Thursday, October 14, 2010

Siklus Ekonomi

Perkembangan keadaan ekonomi sekaang tidak lepas dengan peran pelaku ekonomi yang selalu membangkitkan produksi maupun jasa sebagai produk yang diunggulkan, hingga Schumpeter mengatakan: ‘kemakmuran yang dirasakan sekarang adalah bukan berasal dari penawar kecil yang banyak dan saling menurunkan harganya, tingkat konsumsi yang tinggi ini lebih banyak sebagai akibat yang dikonsentrasikan capital pada industri raksasa yang jumlahnya tidak banyak’, kenyataan yang ada dibuat berasalkan dari industri raksasa yang merajai segala produk hingga tidak adanya pengontrol yang sebanding dan kuat dalam membuat keputusan ketika tidak adanya keseimbangan yang dibuat oleh mereka dan strategi monopilistik pun tidak bias dihindari seperti yang telah terjadi pada pt. indosat dan telkomsel dipegang oleh pt. Temasek Holding. Semua ini hanyalah kemakmuran semu yang dirasakan hanya sementara, keterbukaan, persaingan bebas tidak dilakukan oleh pihak-pihak tertentu membuat sempitnya siklus yang dibuka untuk persaingan, dengan tidak adanya persaingan yang sehat membuat adanya tidak adanya kesembangan antara penawaran dan permintaan yang berjalan yang sebagaimana mestinya.

Realita kemakmuran sementara ini membuat teori Schumpeter dengan siklus ekonomi yang dibuatnya sangatlah realistis dalam siklus berjalan sebagai produksi yang selalu berkesinambungan melalui jalan inovasi, suatu jalan yang membuat jalan-jalan baru sebagai solusi untuk hal-hal yang baru dan menjadi ‘brand’ masa depan yang lebih baik, dengan inovasi ini juga membuat segalanya berjalan menjadi yang lebih baik dalam perkembangan lebih produktif demi mencapai suatu kesinambungan produktifitas dan aktifitas yang berjalan demi mencapai sebuah keseimbangan. Dengan melalui inovasi, yang rentan ritme penciptaan hal yang baru tidaklah melalui waktu yang bersamaan karena proses ini memakan waktu dan pelaku produktifitas yang kreatif dalam kompetisi yang dihadapi oleh setiap produsen setiap sektor industri. Persaingan yang dihadapi oleh setiap pelaku pasar membuat setiap tim kreatif produk untuk membuat hal yang baru di setiap kemasan yang dibuat oleh mereka, hingga setiap kesan yang dibuat adalah paling menarik untuk di konsumsi para pelaku pasar atau konsumen.

Perkembangan yang ada tidak melepaskan akan pemilik modal, “capital loand” adalah diantara kunci berkembangnya perusahaan yang eksis untuk berkembang dalam bisnis yang menopang untuk segala arah, ini merupakan pembangkit untuk melakukan inovasi yang diharapkan sebagai sebuah pertumbuhan yang paling memberikan kontribusi positif dalam ekonomi mikro dan makro, selain hal ini bentuk pinjaman adalah hal yang paling membantu untuk pengembangan produktifitas Marshall dan Kaenesian “progam bantuan pada negara-negara berkembang”, ide inilah yang di laksanakan oleh IMF (International Monetery Finance) dalam membantu melalui pinjaman lunak ke negara-negara berkembang untuk membangun perekonomiannya, semakin tergantungnya akan suatu negara semakin kuatnya negara maju untuk memonitor negara peminjam, dan dampak yang dirasakan adalah semakin kuatnya negara maju untuk memutar produk yang dimilikinya pada negara berkembang tersebut. Ini merupakan kontruksi yang dibuat dengan skala internasional pada siklus yang harus dilalui oleh perekonomian suatu negara yang mendapatkan pinjaman dari negara maju, dan harus disadari oleh negara berkembang yang tidak hanya harus meminjam untuk memajukan produktifitas resours melainkan harus mempertimbang sisi implikasi negatif untuk jangka panjang dari roda perekonomiannya.

Inilah yang harus disadari oleh pemerintah sebagai eksekutor kebijakan perekonomian negara ini, yang harus mempertimbangkan untuk masa mendatang sebagai pertanggung jabawan pada penerus tampuk kebijakan dan kesejahteraan rakyat. Bukan hanya memikirkan kebijakan jangka pendek dan kepentingan golongan yang harus didahului, melainkan kebijaksanaan untuk bersama dan jangka panjang untuk generasi mendatang yang harus dipikirkan bersama.

Sumber : M. Nurbadruddin

No comments:

Post a Comment